Sunday, July 29, 2012

"FLAME", Virus Canggih yang Bisa Mata-Matai Anda


Apa yang akan terjadi apabila ada sebuah virus canggih yang dapat membocorkan rahasia kita dalam komputer?
Setidaknya hal itu dapat dilakukan oleh sebuah malware yang sangat canggih serta memiliki ukuran file cukup besar yang telah menginfeksi sejumlah sistem komputer di beberapa negara timur tengah, diantaranya adalah Iran, Palestina, Israel, Lebanon, dan juga Suriah.
Malware teresebut dinamai "Flame" oleh penemunya, Kaspersky Lab. “Flame” memiliki fungsi mata-mata yang memungkinkan pencurian data dengan berbagai cara dan metode penyebaran yang terkontrol sehingga disinyalir pembuatnya bukanlah seorang penjahat cyber biasa, namun sebuah negara.


Secara garis besar kemampuan virus "Flame" adalah bisa mengambil screenshot, merekam percakapan, mendeteksi perangkat Bluetooth, dan mencuri data dengan berbagai cara.
Flame bisa dikatakan sebagai attack toolkit yang menggabungkan sifat-sifat backdoor, trojan, dan worm sehingga mampu menggandakan diri lewat jaringan dan media eksternal jika diperintahkan oleh pembuatnya. 

ketika berada di dalam komputer, malware ini bisa melakukan serangkaian kegiatan mata-mata dan pencurian data, termasuk merekam ketikan keyboard, merekam percakapan pengguna lewat mikrofon, serta mengambil screenshot apabila terdapat aplikasi tertentu yang dijalankan, seperti instant messenger dan Outlook.

Data curian hasil memata-matai pengguna tersebut kemudian dikirim ke domain "Control & Command" yang dikendalikan oleh pembuat Flame. Sebuah backdoor juga diciptakan di komputer terinfeksi sehingga kreator malware ini bisa menambahkan ragam fungsi spionase lainnya sesuai kebutuhan.

Cara Flame menginfeksi komputer masih belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan melalui pemanfaatan sebuah celah keamanan di sistem operasi. 

Flame memiliki banyak modul yang ukuran totalnya bisa mencapai 20 megabyte, jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan kebanyakan malware modern yang biasanya hanya mencapai hitungan kilobyte.

Selain untuk menanam banyak fungsi, pembuatnya diduga sengaja memasukkan begitu banyak kode yang membuat malware ini menjadi sangat kompleks guna menghindari deteksi antivirus.

Flame diperkirakan sudah beredar selama dua tahun sejak 2010, tetapi baru ditemukan sekitar bulan juni lalu ketika Serikat Telekomunikasi PBB meminta Kaspersky Lab menganalisis laporan mengenai infeksi malware pada komputer Kementerian Minyak Iran.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...