Saturday, July 28, 2012

Khasiat dari Sinar Matahari Pagi Turunkan Depresi


Apakah anda termasuk orang yang tidak suka terkena sinar matahari pagi, alih-alih beralasan tidak ingin memiliki kulit yang hitam. Anda salah besar, jika berpikiran begitu. Meskipun begitu banyak juga yang sudah sadar akan pentingnya pancaran sinar matahari pagi.
Kita sering menjumpai banyak turis asing yang berwisata di Indonesia, terutama wisata di pantai. Tujuan mereka ternyata selain untuk menikmati pemandangan alam yang dimiliki Indonesia adalah berjemur!


Sesungguhnya sinar inframerah yang terdapat pada sinar matahari pagi ternyata bermanfaat untuk mengobati pegal-pegal juga rasa sakit pada otot dan persendian tulang. Selain itu, panas yang ditimbulkan dari inframerah ini dapat meningkatkan dan memperlancar peredaran darah. Dengan cara itu, kita dapat memperbaiki sistem pembuangan “sampah” dari dalam tubuh juga mempercepat proses penyembuhan.
Mungkin kita sering dengar bahwa sinar matahari bisa menyempurnakan vitamin D pada tubuh kita. Benarkah demikian? Kulit, sebagai benteng pertahanan tubuh yang terdepan berperan dalam perubahan zat lemak tertentu menjadi vitamin D oleh sinar ultraungu matahari. Vitamin D ini pun sangat penting bagi tubuh kita dalam proses penyerapan kalsium dari makanan yang kita cerna sehari-hari. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa sinar matahari dapat mengencangkan otot dan menyehatkan jantung. Sinar matahari pagi juga dapat mengurangi depresi karena sinar tersebut melepaskan endorfin yang berfungsi sebagai anti depresi alami dan sangat bermanfaat untuk kasus depresi musiman.
Lalu, seberapa banyak kita boleh menerima paparan sinar matahari? Para pakar ilmu kesehatan menyarankan bahwa 15 - 30 menit setiap hari sudah dianggap cukup. Namun, kita juga harus hati-hati. Jangan sampai kita terlalu banyak terpapar sinar matahari. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Terlalu banyak paparan sinar matahari dapat menyebabkan kulit terbakar.
Ada beberapa faktor yang menentukan tingkat keparahan proses pembakaran kulit, yaitu semakin hitam kulit seseorang, semakin tahan kulitnya terhadap sinar matahari. Hal ini berakibat pada semakin lama dia bertahan di bawah sinar matahari, tanpa mengalami kulit terbakar. Kemudian, semakin tegak lurus letak matahari di atas kepala, semakin cepat kulit akan terbakar. Kita harus tahu pada kisaran jam berapa sinar matahari terasa sangat terik. Kisaran itu terletak antara pukul 10.00 - 15.00. Selanjutnya, semakin lama kulit kita terpapar sinar matahari, semakin parah pula akibatnya.
Jika kita lihat aktivitas masyarakat perkotaan, sebut saja Jakarta, sepertinya para pekerja kantor kurang terpapar sinar matahari pagi. Bayangkan saja, mereka harus berangkat pagi-pagi untuk menghindari macet. Setelah sampai kantor, mereka akan terus di dalam kantor yang ber-AC, tak ada 'asupan' sinar matahari. Saat pulang pun, matahari sudah terbenam. Nah, mulai sekarang, usahakanlah sekitar 15 menit mempertemukan tubuh kita dengan sinar matahari pagi agar badan kita menjadi lebih seha

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...