Apakah anda termasuk orang yang tidak suka
terkena sinar matahari pagi, alih-alih beralasan tidak ingin memiliki kulit
yang hitam. Anda salah besar, jika berpikiran begitu. Meskipun begitu banyak
juga yang sudah sadar akan pentingnya pancaran sinar matahari pagi.
Kita sering menjumpai banyak turis asing yang berwisata di Indonesia,
terutama wisata di pantai. Tujuan mereka ternyata selain untuk menikmati
pemandangan alam yang dimiliki Indonesia adalah berjemur!
Sesungguhnya sinar inframerah yang terdapat pada sinar matahari pagi
ternyata bermanfaat untuk mengobati pegal-pegal juga rasa sakit pada otot dan
persendian tulang. Selain itu, panas yang ditimbulkan dari inframerah ini dapat
meningkatkan dan memperlancar peredaran darah. Dengan cara itu, kita dapat
memperbaiki sistem pembuangan “sampah” dari dalam tubuh juga mempercepat proses
penyembuhan.
Mungkin kita sering dengar bahwa sinar matahari bisa menyempurnakan vitamin
D pada tubuh kita. Benarkah demikian? Kulit, sebagai benteng pertahanan tubuh
yang terdepan berperan dalam perubahan zat lemak tertentu menjadi vitamin D
oleh sinar ultraungu matahari. Vitamin D ini pun sangat penting bagi tubuh kita
dalam proses penyerapan kalsium dari makanan yang kita cerna sehari-hari.
Penelitian juga telah menunjukkan bahwa sinar matahari dapat mengencangkan otot
dan menyehatkan jantung. Sinar matahari pagi juga dapat mengurangi depresi
karena sinar tersebut melepaskan endorfin yang berfungsi sebagai anti depresi
alami dan sangat bermanfaat untuk kasus depresi musiman.
Lalu, seberapa banyak kita boleh menerima paparan sinar matahari? Para
pakar ilmu kesehatan menyarankan bahwa 15 - 30 menit setiap hari sudah dianggap
cukup. Namun, kita juga harus hati-hati. Jangan sampai kita terlalu banyak
terpapar sinar matahari. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu
tidaklah baik. Terlalu banyak paparan sinar matahari dapat menyebabkan kulit
terbakar.
Ada beberapa faktor yang menentukan tingkat keparahan proses pembakaran
kulit, yaitu semakin hitam kulit seseorang, semakin tahan kulitnya terhadap
sinar matahari. Hal ini berakibat pada semakin lama dia bertahan di bawah sinar
matahari, tanpa mengalami kulit terbakar. Kemudian, semakin tegak lurus letak matahari
di atas kepala, semakin cepat kulit akan terbakar. Kita harus tahu pada kisaran
jam berapa sinar matahari terasa sangat terik. Kisaran itu terletak antara
pukul 10.00 - 15.00. Selanjutnya, semakin lama kulit kita terpapar sinar
matahari, semakin parah pula akibatnya.
Jika kita lihat aktivitas masyarakat perkotaan, sebut saja Jakarta,
sepertinya para pekerja kantor kurang terpapar sinar matahari pagi. Bayangkan
saja, mereka harus berangkat pagi-pagi untuk menghindari macet. Setelah sampai
kantor, mereka akan terus di dalam kantor yang ber-AC, tak ada 'asupan' sinar
matahari. Saat pulang pun, matahari sudah terbenam. Nah, mulai sekarang,
usahakanlah sekitar 15 menit mempertemukan tubuh kita dengan sinar matahari
pagi agar badan kita menjadi lebih seha

No comments:
Post a Comment